Berfikir Dari Belakang - Tanah

by 03.37 0 komentar
Banyak orang yang selalu menongakkan kepalanya, menongak keatas, menatap, mengagumi bintang-bintang, dan berharap kelah bisa bersinar seperti bintang, tapi ia lupa darimana ia diciptakan.

TANAH

Tuhan menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat.

Manusia mulia jika ia bisa menjadi tanah yang mengeras menjadi batu, kemudian mengkristal hingga menjadi permata. Maka itulah manusia yang lebih mulia dibandingkan malaikat. Karena malaikat diciptakan sebagai makluk yang tidak bisa memilih dengan nafsunya, tidak ada godaan, ia hanya mematuhi perintah yang di perintahkan tuhan. Sedangkan manusia adalah makhluk yang memang memilih menjadi manusia agar bisa menjadi makhluk yang lebih mulia, yaitu dengan diturunkan ke bumi, yang mana adalah ujian agar manusia bisa menjadi makhluk yang lebih mulia.


TANAH

Tanah liat adalah benda yang dapat dibentuk jadi apa saja, namun jika sudah mengering, tidak ada kesempatan lagi untuk mengubahnya kecuali didaur ulang kembali, namun akan selalu begitu. Bentuk, bentuk, bentuk. Manusia bebas membentuk dirinya sendiri, tidak ada yang bisa mengganggu, bahkan saitan sekalipun. Saitan hanya bisa menggoda membisikkan ide-ide agar terlihat seperti kehendak dari manusia itu sendiri. Itu sebabnya saitan meminta pada Tuhan agar diberikan umur panjang agar bisa menggoda manusia. Buka membunuh, menyiksa, ataupun mencabik-cabik manusia, karena ia tahu itu tidak akan diizinkan Tuhan.


TANAH

Tanah, tanah harus sadar bahwa ia kotor, harus sadar bahwa ia diciptakan untuk diuji apakah ia layak menjadi yang termulia dari semua makhluk Tuhan. Tuhan memberikan ujian ini dengan fair, adil, karena iapun memang maha adil. Tuhan memberikan segala yang diperlukan manusia untuk hidup di bumi, SEGALANYA, dengan semua kecukupan. Kalaupun ada orang yang kekurangan atau diletakkan di keadaan yang terlihat sangat menyedihkan Tuhan tetap adil, Tuhan pasti memberikan rezekinya, kesempatannya, dan hak manusia untuk memilih kemuliaannya.


TANAH

Kadang memang lalai, kadang memang ingkar tapi tuhan tahu manusia akan tetap kotor karena kesalahannya, tapi tuhan memberikan hal yang adil dengan kesempatan untuk bertaubat, bahkan jika seseorang sempat bertaubat sebelum sakaratul maut dan ajalnya, maka ia diampuni akan dosa-dosanya. Tuhan maha adil, bahkan jika seorang manusia berbuat dosa lalu ia bertaubat, lalu kembali terjatuh lagi dalam lubang dosa, dan manusia bertaubat lagi dengan sungguh-sungguh, maka tuhan akan mengampuni. Namun Tuhan tahu yang mana hati yang sungguh-sungguh dengan yang hanya ingin menipu.

TANAH

Tidak adil, itu yang sering diucapkan sebagian manusia yang berputus asa dari karunia Tuhan, dari rahmatnya, dan dari kasih sayangnya. Jika Tuhan tidak adil, maka ia hadirkan siksaan di bumi, hadirkan kesensaraan yang merata, setiap langkah kita seperti disayat silet, tidak ada istirahat, tidak ada tidur, matahari yang sangat panas, dan makanan yang tidak enak, namun umur dan perjalanan hidup yang panjang. Karena memang dia penciptanya, terserah atasnya, dia Tuhan yang maha kuasa. Maha besar. Tuhan yang memiliki semua permainan ini. Kenapa manusia protes? pantaskah manusia protes. Tidak akan pernah pantas, namun manusia diperbolehkannya menjalani ujian dengan kecukupan. Seperti saat diperjelanan, ibu membekali dengan makanan, namun tidak mungkin ia membekali dengan makanan yang tidak cukup. Tapi kenapa bisa tidak cukup? tanya pada diri kita, apakah kita terlalu banyak makan di perjalanan selama ini?

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar